Ada masjid yang lampunya menunggu dibayar.
Listrik yang terbayar bukan angka di layar — ia lampu yang menyala saat Maghrib, kipas yang berputar waktu Jumat, dan pengeras suara yang tetap terdengar. Bantu satu masjid tetap menyala, pascabayar maupun prabayar.
﴿ إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ﴾
QS. At-Taubah: 18
Paling butuh bantuan sekarang
Lihat semua →Cara kerjanya
- 01
Pilih masjid
Pascabayar menampilkan tagihan resmi beserta status lunas atau belum. Prabayar tidak punya tagihan tetap — Anda yang menentukan nominal token.
- 02
Bantu bayar
Lewat situs ini atau aplikasi Terangi Masjid. Untuk prabayar, kode token Anda diteruskan ke pengurus masjid yang benar — tidak pernah tertukar.
- 03
Terima buktinya
Status tagihan diperiksa ulang ke PLN, atau foto kWh meter dikirim balik kepada Anda. Bila fotonya tidak cocok, Anda boleh mengajukan keberatan.
“Siapa yang membangun masjid karena Allah walaupun hanya selubang tempat burung bertelur atau lebih kecil, maka Allah bangunkan baginya (rumah) seperti itu pula di surga.”
Aktivitas terbaru
Donatur selalu anonimPertanyaan yang sering diajukan
Bagaimana token prabayar sampai ke masjid?
Anda beli token lalu memasukkan kodenya di situs atau aplikasi. Sistem meneruskannya ke pengurus masjid yang benar (anti-tertukar), ia mengisikannya ke meteran, lalu mengunggah foto kWh meter sebagai bukti untuk Anda.
Apakah data saya aman dan anonim?
Ya. Model broker menjaga anonimitas donatur di seluruh alur — termasuk saat Anda mengajukan keberatan atas foto bukti. Nomor PLN/meter masjid disembunyikan sampai Anda masuk.
Apa beda pascabayar dan prabayar?
Pascabayar punya tagihan resmi (dicek via API PLN) dengan status lunas/belum. Prabayar berupa token yang bisa di-top up kapan saja, tanpa status lunas dan tanpa nominal tetap — Anda yang menentukan.
Selama masjid dipakai, pahalanya mengalir
Membantu membayar listrik masjid termasuk menjaga rumah Allah tetap berfungsi untuk ibadah — dan itu berjalan setiap hari, bukan sekali.